KERINDUAN AKAN SEBUAH KEPULANGAN
Aku tidak ingin tidur diperkarai masa lalu, ataupun berlari mengejar angan yang hanya menjadi bayang. Baiknya aku berdiri tegap dengan kedua tungkai kaki seiring berjalan perlahan menggapai impian. sembari meraba kemungkinan bahwa sayang ku tak lagi pulang.
Di gunung. Seluruh perasaan sedih gundah gulana bisa hilang tersisa hanya bahagia
Kenapa ? Aku juga kurang pemahaman tentang itu yang kurasa hanya bahagia.
Sepulangnya seluruh yang ditinggal kembali seperti semula, semua membosankan. Disini kau akan paham bahwa masalah datang untuk diselesaikan bukan untuk ditinggalkan
AKU PERGI TANPA INGATAN !
Sampai akhirnya kita saling sadar bahwa aku padamu hanya sebatas kenangan sedang kau padaku berbalas ingatan.
Dan.. betapa egoisnya manusia, dia tau bahwa hubungannya hanya membuang waktu karna alasan yang dia punya tapi alasan itu tak bisa dijelaskan pada lawan main di drama kehidupannya.
Nah sekarang setelah tau alasannya simpel aja. Dia bukan rumah, dan kamu bukan penghuni. Pilihannya pergi dengan aman atau bertahan buat sebuah kata "kebablasan"
KEBIASAAN
Tak menyalahkan kamu yang penakut, barangkali kau memang pandai hingga untuk melakukan sesuatu saja kau harus berfikir ribuan kali untuk hasil kedepan, sedangkan aku bodoh yang terlalu berani, mengambil resiko tanpa berfikir untuk ke depan. Tapi aku suka tantangan apapun yang terjadi saat berjalan itu yang aku suka, sebab semua karna ada2 saja
TERIMAKASIH DINDA
Tak pernah kusesalkan t3ntang kita yang berjauhan. Bahagia kini bersamamu akupun ikut bangga walau kadang dongkol di hati tak bisa di hindarkan. Wahai sayang tetap merekah senyum mu walau bukan aku yang melukisnya. Setidaknya aku lega bahwa selepasnya kita ada dia di balik rona merah wajah mu. Selamat berbahagia. Tak ku lupa masa indah kita tak kan lupa walau seingatan pun.
Aku kini kian merasa bahwa mencintai memang kadang menyakitkan. Tapi dari sana pelajaran yang tak bisa ku dapatkan dari manapun. Dari aku yang mencintaimu tulus walau tak berbalas :)
SAMPAI LUPA
Bukankah kita pernah menghabiskan malam beedua, menceritakan segala hal yang indah saja. Sampai lupa bahwa kehidupan tak hanya yang indah2 saja, sehabis cerita itu aku hanya mengerti bahagia hingga lupa tentang bagaimana caranya ceria dalam duka. Bukan dunia yang murka tapi aku saja yang terlalu mengagungkan kebahagiaan