Rabu, 11 September 2019

Penat pelepas penat

Cara mudah bagiku.

Mendaki adalah caraku menghilangkan rasa gundah gulana pada kehidupan yang fana.

Perjalanan (itu) hanya dijelaskan dalam bahasa kalbu yang menohok hati
Pergulatan antara angin dan embun di pagi hari dengan hangatnya secangkir kopi
Selalu berhasil membuatku ingin ingin dan ingin mengulangi kepenatan yang sama kembali
Wahai hati kumohon bersabar sebab perjalanan kita bukan hanya sekadar berjalan, ada waktu, perasaan, dan materi yang secara tidak langsung menjadi kombinasi yang pas untuk berfikir ribuan kali.
Cukup kusampaikan pada malam saja bahwa aku rindu perjalanan itu.

Rindu Gunung

Rindu kamu belum seberapa dibanding rindu gunung.

Berkhayal raga ini berada disana menikmati indahnya matahari terbenam di ketinggian.
Rutinitas hanya semakin memacu keinginanku untuk kembali mendaki.
Melepaskan rindu pada alam yg menenangkan hati.
Raga berada disini namun fikiran tetap saja berada di ketinggian.
Dasar aku.

-Iqbal Irhas

Kamis, 05 September 2019

RANGKAIAN PUISI SINGKAT ALA-ALA

Setidaknya... denganmu....
Aku tau
Bahwa yang indah dipandang
Tak sehat jika selalu dikenang

Hiruk kota tak ubahnya sebuah longlongan
Disini memang jauh dari peradaban
Malah justru...
Dekat dengan penguasa kayangan

Jadi kau lebih memilih lelaki tua durjana itu dibanding aku yang tulus cinta dan sederhana ? Bahagiamu di dunia tak seindah aku yang kelak disurga bersama wanita bersayap emas bersepatu kaca

Kudengar pacarmu mulai berani menyakitimu
Tidakkah kau lupa bahwa aku masih setia
Kembalilah
Setidaknya masih ada aku
Walau mungkin tak bergelimang harta
Tapi kupastikan bahagiamu tiada tara

Kenapa kau diam ?
Bukankah ini salah mu ?
Lalu kenapa ? Kenapa aku yang malah merasa bersalah ?
Tak lagi dapat ku reka sayang
Dirimu bak batu karang dilautan
KERASS... dan tak berirama

Tanpamu hariku menjadi hampa tak berirama
Kini mengenangmu terasa indah.
Setelah kepergianmu itu
Setidaknya aku bisa semakin dekat dengan penguasa alam semesta

Silahkan jika ingin memahamiku tanpa mendalam
Aku bisa mengerti sebab kau manusia
Bukan dewa dialam semesta
Sampai akhirnya penyesalan yg kau rasa dalam
Bagai menyelam di laut mati
Tak kan bisa

Cinta sendiri itu menyakitkan, Bisa jadi waktu yang kau lewati bersama hanya sebatas kasihan karna dia tak sanggup mengucapkan, Kau saja yang bodoh karna terlambat menyadari

17 agustus 2019

Dirgahayu indonesia ke 74 jaya terus indonesia.

mendaki itu pulang sampai rumah dengan selamat dan puncak hanya bonus. Alhamdulillah kita semua pulang dengan selamat, dan alhamdulillah lagi sebagian dapat bonus. Bahagia yang tidak terukur diperjalanan ini, bertemu orang baru suasana baru pengalaman baru candaan baru dan masih banyak lagi momen yang tidak bisa dilupakan disini. Terimakasih tuhan telah mempertemukan kami, terimakasih tuhan telah mengantarkan kami dengan selamat.

Kau Aku dan senyum merah jambu

Aku rindu pada bayangmu yang dulu, yang seolah menggebu melulu semua tentang aku. Menjilat semua keasingan yang di balut kehangatan seakan...