Senin, 09 Desember 2019

Ratu dari raja

Waktu kita mungkin memang telah usai, tapi cerita kita tak pernah terhapus dalam benak ingatan ku. Kau seperti kutilang di siang hari berkicau indah berisik dan lebih besar harapan ku dari itu agar sayap mu bisa mengudara lepas tanpa aku sebagai sangkarnya. Biarlah cerita yang selesai ini biar nanti kutertawakan bersama kehidupan ku kelak saat indah di cengkarama malam kami. Aku bangga bisa bersamamu meski sulit melepaskan mu. Perjuangan ku yang ku anggap kau sebagai tujuan ternyata tidak untuk mu yang menganggap ku sebuah pertarungan yang kau harus menang meski tubuh mu berkucur darah. Cukup jujur bahwa aku adalah bodoh hasil kemenangan pertarungan mu. Kau menang dan aku hanya diam mengenang, tak satu atau dua lawan mu kau singkirkan dan kau bukan hanya membuat lawan mu menyingkir tapi bisa ku sebut mati. Selamat malam sebuah tujuan, dan selamat malam buatku yang sebuah hasil pertarungan

Selasa, 05 November 2019

Mencerahkan pagi pada November Rain

Diantara ribuan penyesalan perihal pata hati, membuang waktu bersama adalah hal yang paling mengesalkan, apa lagi mengingat dalam sepi di pagi hari, ya apa iya :)
Aku memulai sesuatu dengan ribuan pertimbangan, jika gagal tak lantas membuatku berhenti. Kan kucoba lagi sembari mengamati apa yang sedang terjadi. Bukan nya berhenti dan memulai yang baru lagi.
Sering kali sesuatu yang kita takutkan tak akan terjadi jika sudah kita lakukan, begitu sebaliknya.
Dua tiga kali rasanya cukup, dan perihal konsisten rasanya tak berhak terlalu menyalahkan diri, sebab manusia diciptakan agar terus berfikir dan tuhan maha pembolak balik hati. Jika masih gagal fikir ku cuma satu, setidak nya aku pernah berjuang, walau sedikit banyak hampir mirip keledai (:

Selamat pagi wahai kopi dan sebatang kenangan yg harus dikubur bersama intuisi :)

Rabu, 11 September 2019

Penat pelepas penat

Cara mudah bagiku.

Mendaki adalah caraku menghilangkan rasa gundah gulana pada kehidupan yang fana.

Perjalanan (itu) hanya dijelaskan dalam bahasa kalbu yang menohok hati
Pergulatan antara angin dan embun di pagi hari dengan hangatnya secangkir kopi
Selalu berhasil membuatku ingin ingin dan ingin mengulangi kepenatan yang sama kembali
Wahai hati kumohon bersabar sebab perjalanan kita bukan hanya sekadar berjalan, ada waktu, perasaan, dan materi yang secara tidak langsung menjadi kombinasi yang pas untuk berfikir ribuan kali.
Cukup kusampaikan pada malam saja bahwa aku rindu perjalanan itu.

Rindu Gunung

Rindu kamu belum seberapa dibanding rindu gunung.

Berkhayal raga ini berada disana menikmati indahnya matahari terbenam di ketinggian.
Rutinitas hanya semakin memacu keinginanku untuk kembali mendaki.
Melepaskan rindu pada alam yg menenangkan hati.
Raga berada disini namun fikiran tetap saja berada di ketinggian.
Dasar aku.

-Iqbal Irhas

Kamis, 05 September 2019

RANGKAIAN PUISI SINGKAT ALA-ALA

Setidaknya... denganmu....
Aku tau
Bahwa yang indah dipandang
Tak sehat jika selalu dikenang

Hiruk kota tak ubahnya sebuah longlongan
Disini memang jauh dari peradaban
Malah justru...
Dekat dengan penguasa kayangan

Jadi kau lebih memilih lelaki tua durjana itu dibanding aku yang tulus cinta dan sederhana ? Bahagiamu di dunia tak seindah aku yang kelak disurga bersama wanita bersayap emas bersepatu kaca

Kudengar pacarmu mulai berani menyakitimu
Tidakkah kau lupa bahwa aku masih setia
Kembalilah
Setidaknya masih ada aku
Walau mungkin tak bergelimang harta
Tapi kupastikan bahagiamu tiada tara

Kenapa kau diam ?
Bukankah ini salah mu ?
Lalu kenapa ? Kenapa aku yang malah merasa bersalah ?
Tak lagi dapat ku reka sayang
Dirimu bak batu karang dilautan
KERASS... dan tak berirama

Tanpamu hariku menjadi hampa tak berirama
Kini mengenangmu terasa indah.
Setelah kepergianmu itu
Setidaknya aku bisa semakin dekat dengan penguasa alam semesta

Silahkan jika ingin memahamiku tanpa mendalam
Aku bisa mengerti sebab kau manusia
Bukan dewa dialam semesta
Sampai akhirnya penyesalan yg kau rasa dalam
Bagai menyelam di laut mati
Tak kan bisa

Cinta sendiri itu menyakitkan, Bisa jadi waktu yang kau lewati bersama hanya sebatas kasihan karna dia tak sanggup mengucapkan, Kau saja yang bodoh karna terlambat menyadari

17 agustus 2019

Dirgahayu indonesia ke 74 jaya terus indonesia.

mendaki itu pulang sampai rumah dengan selamat dan puncak hanya bonus. Alhamdulillah kita semua pulang dengan selamat, dan alhamdulillah lagi sebagian dapat bonus. Bahagia yang tidak terukur diperjalanan ini, bertemu orang baru suasana baru pengalaman baru candaan baru dan masih banyak lagi momen yang tidak bisa dilupakan disini. Terimakasih tuhan telah mempertemukan kami, terimakasih tuhan telah mengantarkan kami dengan selamat.

Kau Aku dan senyum merah jambu

Aku rindu pada bayangmu yang dulu, yang seolah menggebu melulu semua tentang aku. Menjilat semua keasingan yang di balut kehangatan seakan...