Senin, 09 Desember 2019

Ratu dari raja

Waktu kita mungkin memang telah usai, tapi cerita kita tak pernah terhapus dalam benak ingatan ku. Kau seperti kutilang di siang hari berkicau indah berisik dan lebih besar harapan ku dari itu agar sayap mu bisa mengudara lepas tanpa aku sebagai sangkarnya. Biarlah cerita yang selesai ini biar nanti kutertawakan bersama kehidupan ku kelak saat indah di cengkarama malam kami. Aku bangga bisa bersamamu meski sulit melepaskan mu. Perjuangan ku yang ku anggap kau sebagai tujuan ternyata tidak untuk mu yang menganggap ku sebuah pertarungan yang kau harus menang meski tubuh mu berkucur darah. Cukup jujur bahwa aku adalah bodoh hasil kemenangan pertarungan mu. Kau menang dan aku hanya diam mengenang, tak satu atau dua lawan mu kau singkirkan dan kau bukan hanya membuat lawan mu menyingkir tapi bisa ku sebut mati. Selamat malam sebuah tujuan, dan selamat malam buatku yang sebuah hasil pertarungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kau Aku dan senyum merah jambu

Aku rindu pada bayangmu yang dulu, yang seolah menggebu melulu semua tentang aku. Menjilat semua keasingan yang di balut kehangatan seakan...